Apa itu NLP?

Apa itu NLP

Apa itu NLP?

NLP merupakan singkatan dari Neuro-Linguistic Programming. Neuro berarti syaraf, yaitu tentang bagaimana kita susunan syaraf di kepala kita dapat mempengaruhi perilaku. Linguistic berarti bahasa, yaitu bagaimana kita menggunakan bahasa verbal dan nonverbal. Sementara Programming berarti memprogram, yaitu bagaimana kita mempengaruhi dan memprogram (ulang) pikiran dengan menggunakan bahasa. Di antara Neuro dan Linguisic selalu terdapat tanda penghubung (-), artinya Neuro dan Linguistic memiliki hubungan yang erat dan saling mempengaruhi.

Beberapa sumber menyatakan mempelajari NLP mirip dengan mempelajari manual otak manusia, yaitu bagaimana cara menggunakan otak tersebut. NLP terkadang juga disebut sebagai people skill technology atau disebut juga psychology of excellence, yaitu bagaimana memodel keunggulan sebuah perilaku. Sedangkan para pengagas NLP sendiri merumuskan NLP sebagai: “The study of subjective experience” artinya mempelajari pengalaman subjektif.

NLP adalah Modelling

Sejak awal ditemukannya, NLP merupakan hasil dari modelling tokoh-tokoh terkenal dalam dunia terapi di Amerika.  Richard Bandler dan Jhon Grinder adalah dua jenius dibalik terciptanya NLP dengan memodel para terapis dan tokoh terkenal di masanya. Tokoh-tokoh awal yang dimodel adalah: Fritz Perls (Gestalt Psychotherapist), Virginia Satir (Family Therapist), Gregory Bateson (Anthropologist, cybernetics) dan Milton Erickson (Hypnotherapist). Setelah bertahun-tahun memodel, mereka berdua berhasil mengembangkan seperangkat teknik mental yang yang sangat berguna dalam dunia terapi.

Barisan pelopor NLP lantas mulai mengibarkan sayapnya merambah dataran aplikasi di luar terapi. Ilmu modelling (baca: menduplikasi) ini dikembangluaskan untuk memodel berbagai keunggulan manusia. Antara lain untuk memodel keunggulan dari orang yang berprestasi unggul di bidang komunikasi, olahraga / atlit, leadership, sales, pengajar, bisnisman, karyawan, penyanyi, meditasi, dan berbagai orang sukses lainnya.

Melalui NLP kita bisa melakukan coding suatu perilaku unggul manusia dan memetakannya dalam suatu pola-pola inti tertentu. Pola-pola inilah yang kemudian disusun ulang dengan urutan dan kombinasi tertentu akan menjadi “MODEL OF EXCELLENCE” yang dengan mudah untuk diduplikasikan kepada orang lain. Beberapa nama besar yang tercatat menggunakan ilmu NLP dalam meraih kesuksesannya adalah: Bill Clinton, Andre Agassi, Lady Di, dan Nelson Mandela, dan masih banyak lagi.

Aplikasi NLP dalam berbagai bidang

Sering sekali orang bertanya, siapa saja yang cocok mengikuti pelatihan NLP? Atau bidang apa sajakah yang mendapatkan banyak manfaat saat terapkan NLP di dalamnya? Berikut ini adalah beberapa area kehidupan yang dapat menerapkan NLP.

  • Pengajaran (NLP For Teaching); bagaimana cara mengajar yang baik dengan menggunakan prinsip-prinsip cara kerja pikiran, cara berkomunikasi yang baik kepada para siswa, mengelola state/ emosi, memiliki mindset dan sikap-sikap yang mendukung, dll.
  • Penjualan (NLP for Selling); manusia memutuskan membeli berdasarkan cara ia mengorganisasikan keputusan di dalam pikirannya. Tentu saja apabila kita mengetahui cara kerjanya akan sangat membantu dalam mempengaruhinya. Selain itu, NLP dimanfaatkan untuk meningkatkan kepercayaan diri, keterampilan komunikasi, dll.
  • Manajemen/ Pengembangan Diri (Self Mastery); bagaimana kita mengelola pikiran sendiri untuk mendukung keberhasilan. Mengelola emosi dan perasaan agar lebih bahagia, meningkatkan motivasi, dsb.
  • Olahraga (NLP for Sport); Olahragawan dapat memanfaatkan NLP antara lain untuk menciptakan mindset/mental juara, mengelola motivasi dan self image, membuang hambatan-hambatan mental, mendapatkan peak performance, memudahkan melatih strategi untuk lebih mudah diajarkan kembali, dll.
  • Artis dan Politisi; NLP dapat digunakan untuk mengelola kondisi tubuh dan pikiran, melatih kemampuan memasuki state tertentu ketika berakting, membangun self image yang baik, mengurangi stres, manajemen emosi, meningkatkan keterampilan berkomunikasi dengan fans dan konstituen, dsb.
  • Terapi (NLP For Therapy); NLP pada awalnya memang digunakan untuk terapi, membantu orang-orang yang memiliki problem mental dan psikologis, stres, insomnia, depresi, phobia, trauma, dll. Biasanya NLP dikombinasikan dengan Hipnoterapi akan mempercepat mendapatkan hasil.
  • Manajer dan Businessman; Para manajer dan bisnisman biasanya belajar NLP untuk digunanakan dalam membangun GOAL yang kuat di dalam pikiran, keterampilan mempengaruhi bawahan dan mitra bisnis, menghilangkan hambatan mental, menajemen stress, dll.

Demikianlah beberapa bidang yang banyak mendapatkan manfaat dengan menerapkan NLP (Neuro-Linguistic Programming) ke dalamnya. Tidak terbatas hanya bidang yang tersebut di atas, selama masih melibatkan pikiran dan emosi, NLP dapat digunakan kedalamnya.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
21

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *