Cara Mengatasi Dendam Dengan Forgiveness Therapy

Cara Mengatasi Dendam Dengan Forgiveness Therapy

Saat menyelenggarakan pelatihan Hipnoterapi, seorang peserta pelatihan ingin mendapatkan terapi di tempat (live therapy), sebagai bahan praktik dan demonstrasi terhadap peserta yang lain. Kami memang biasa memberikan live therapy saat melakukan pelatihan Hipnoterapi. Biasanya praktik dilakukan sesama peserta dan instruktur, maupun dengan klien nyata yang kami undang sebelumnya.

Peserta pelatihan ini mengaku memiliki pengalaman trauma terhadap pelajaran Bahasa Inggris. Sampai sekarang, menurutnya ia tidak bisa lancar berbahasa Inggris karena pengalaman traumatiknya itu. Ia punya pengalaman buruk terhadap perilaku guru Bahasa Inggrisnya. Sampai sekarang, ia masih dendam dan marah sekali terhadap perlakuan guru bahasa inggris tersebut terhadap dirinya.

Apa yang terjadi jika kemarahan dan dendam terus disimpan di dalam hati? Pengalaman teman tersebut adalah salah satu contoh bagaimana kemarahan dan dendam menjadi alasan bagi pikiran bawah sadarnya untuk menghambatnya dalam pelajaran bahasa inggris. Selain itu, kemarahan dan dendam bisa mengakibatkan perasaan tidak nyaman, terhambat dalam bidang tertentu, bahkan mengakibatkan penyakit fisik seperti darah tinggi, sesak nafas, migrain, dsb.

Saya teringat sebuah ungkapan tentang hal ini:

“Menyimpan kemarahan dan dendam ibarat hendak melempar orang dengan bara, tangan kitalah yang duluan terbakar”

Namun ternyata untuk memaafkan tidak semudah yang dikatakan bukan? Menurut pengalaman kami, orang menjadi sulit memaafkan karena ada emosi yang masih lekat dengannya. Untuk melepaskan emosi ini, sulit dilakukan jika dalam keadaan sadar karena letak masalahnya ada di Pikiran Bawah Sadar. Selain itu, sulit juga dilakukan jika harus mengungkapkan perasaan dengan bertemu langsung dengan orang yang melakukan. Bahkan pada sebagian kasus, klien baru mau memaafkan jika sudah berhasil membalas perlakuan orang tersebut persis seperti yang ia alami.

Untunglah melalui Hipnoterapi, kita dapat membuat simulasi mental yang dapat membatu klien melakukan terapi pemaafan (forginess therapy). Apa yang dilakukan Hipnoterapis untuk melepaskan kemarahan dan dendam tersebut? Seperti biasa, sebelum membimbing klien memasuki kondisi hipnotik (trance), klien perlu diberikan beberapa penjelasan. Diantaranya adalah mengenai konsep pemaafan, antara lain:

  • Memaafkan adalah untuk kepentingan diri sendiri, bukan untuk orang lain.
  • Memaafkan hanya dilakukan secara batin, tidak perlu memberitahukan orang lain.
  • Memaafkan bukan berarti menyukai orang yang pernah melakukan kesalahan.
  • Memaafkan bukan berarti mengijinkan peristiwa tersebut terjadi kembali.

Terapi MemaafkanSetelah klien mengerti dan mau melakukan terapi pemaafan, baru Hipnoterapis memandu klien untuk melakukan terapi pemaafan (forgiveness therapy). Biasanya, ada tiga tahap yang perlu dilakukan saat melakukan terapi pemaafan ini, yaitu:

  • Membalas secara setimpal,

Untuk sebagian orang hal ini memang dibutuhkan. Mungkin karena rasa dendam yang terlalu ekstrim sehinnga ia harus membalasnya secara setimpal.

  • Meminta/ Memberi maaf terhadap orang lain,

Rasa penyesalan dan bersalah yang tidak diungkapkan dapat juga menyebabkan penyakit, seperti halnya menyimpan dendam. Maka meminta/ memberi maaf terhadap orang lain dapat melepaskan perasaan negatif itu.

  • Meminta/ Memberi maaf terhadap diri sendiri.

Hal ini dilakukan  sebagai penerimaan telah melakukan kesalahan di masa lalu. Memberi maaf terhadap diri sendiri adalah salah satu obat yang sangat mujarab.

Seperti teman pelatihan itu, saat dalam keadaan hipnotik (trance) ia diminta berbicara apa yang selama ini ia tahan kepada guru bahasa inggrisnya itu. Ia ungkapkan segala emosi yang selama ini terpendam, kejengkelan, kemarahan, dan kebencian terhadap guru tersebut. Tidak lama waktu agar teman pelatihan itu akhirnya merasa lega dan lapang.

Setelah selesai mendapatkan terapi, ia mengaku bisa memaafkan guru tersebut dan memaafkan dirinya sendiri karena telah menyimpan dendam sekian lama. Diharapkan, setelah emosi yang menghambatnya lancar berbahasa inggris selesai diatasi, ia bisa nyaman dan lancar berbahasa Inggris. Demikianlah, memang kesembuhan dan penyakit sering sekali bersumber dari diri kita sendiri.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *