Ingin melupakan seseorang melalui Hipnoterapi?

14. Ingin melupakan seseorang melalui hipnoterapi

Saat sedang asyik ngobrol dengan teman-teman di sebuah acara pelatihan Hipnoterapi yang kami selenggarakan, terdengar sebuah lagu yang salah satu bait liriknya seperti ini:

“Lumpuhkanlah ingatanku hapuskan tentang dia

Hapuskan memoriku tentangnya

Hilangkanlah ingatanku jika itu tentang dia

Kuingin, ku lupakannya…”

Naluri saya sebagai seorang Hipnoterapis langsung bekerja mendengar lirik lagu tersebut. Saya terpikir dengan klien-klien yang sering meminta saya untuk membantunya melupakan seseorang melalui Hipnoterapi. Persis seperti lirik lagu di atas.

Karena cukup banyak yang sudah meminta saya untuk melakukan hal serupa, maka saya putuskan untuk memberikan penjelasan singkat melalui artikel ini.

Banyak orang yang memiliki masalah dengan orang lain. Kadang kala, permasalahan ini menimbulkan tekanan emosi yang cukup besar pada diri orang tersebut. Entah itu berupa kekesalan, dendam, perasaan bersalah, tidak mampu mengungkapkan perasaan, sampai dengan masalah percintaan, dll. Karena besarnya tekanan emosi yang dihadapinya, ia seolah “tidak sanggup lagi” menahannya dan ingin melupakan seseorang yang telah dianggapnya sebagai sumber masalah itu. Namun, efektifkah solusi “lumpuhkanlah ingatanku” itu mengatasi permasalahannya?

Sebelum kita menjawab pertanyaan tersebut, marilah kita renungkan terlebih dahulu hal-hal berikut ini:

  • Orang-orang yang ingin dilupakan ini biasanya adalah orang dekat klien sendiri atau minimal pernah dekat dengan klien.
  • Tidak jarang orang-orang tersebut adalah mantan pacar, mantan pasangan, orang yang dicintai, rekan kantor, mertua, menantu, mantan bos, dsb.
  • Orang-orang seperti ini tentu memiliki banyak memori penting bagi kehidupan klien. Bagaimana jika seluruh “memori tentangnya” itu hilang dari ingatan klien? Apakah dampaknya terhadap kehidupan klien?
  • Bagaimana jika ternyata melupakan orang tersebut membuat klien lupa dengan hal-hal penting lain dalam hidupnya yang berhubungan dengan orang tersebut?
  • Atau sebaliknya, bagaimana jika ternyata banyak memori penting lain yang berhubungan dengan orang tersebut? Akankah “melupakan orang” tersebut menjadi efektif?

Terapi yang ekologis

Hipnoterapi Yang EkologisUntuk memastikan apakah solusi yang kita berikan efektif terhadap sebuah permasalahan, maka  kita harus melihat dari sudut pandang keseluruhan. Dalam bahasa Hipnoterapi diistilahkan dengan ekologis (ecology). Jika ternyata ada bagian yang terganggu atau menjadi bermasalah dengan perubahan yang telah kita lakukan, maka perubahan itu tentu saja tidak efektif atau bisa jadi tidak akan bertahan lama. Malah, hal itu bisa jadi menimbulkan masalah baru bagi orang yang bersangkutan karena ada bagian lain dari kehidupannya yang terganggu.

Sederhananya, perubahan yang ekologis adalah perubahan yang tidak mengganggu bagian yang lain dari diri klien atau bidang kehidupannya yang lain. Misalnya begini, seseorang ingin berhenti merokok untuk menjaga kesehatannya. Namun, ternyata jika ia berhenti merokok dapat mengganggu hubungannya dengan teman kerjanya. Maka perubahan ini dikatakan belum ekologis. Kita harus memastikan bahwa jika ia berhenti merokok hubungannya dengan teman kerjanya tidak terganggu atau mencari cara lain agar perubahan yang dilakukan bisa ekologis.

Ekologis tolak ukurnya memang beragam. Ekologis bagi kita belum tentu ekologis bagi orang lain, dan sebaliknya. Namun, setelah mendapat penjelasan singkat ini, tentu Anda bisa membedakan apakah permintaan seperti lirik lagu di atas merupakan permintaan yang ekologis atau tidak.

Setelah memahami penjelasan dari kami, biasanya klien mulai menyadari bahwa sesungguhnya bukan orang tersebut yang menjadi sumber masalah melainkan cara pandang diri sendirilah yang menjadi sumber masalahnya. Masih ingat pembahasan tentang Presuposisi NLP: Peta Bukanlah Wilayah Sebenarnya?Lalu, solusi yang lebih ekologis pun bisa diberikan, misalnya dengan memberikan makna baru (reframing) terhadap peristiwa yang sudah dialaminya, terapi memaafkan (forgiveness therapy) atas orang yang telah berbuat salah terhadapnya, dan kadang kala untuk menyelesaikan permasalahan itu, terpaksa dilakukan dengan “membalas” perbuatan buruk orang yang sudah menyakitinya. Semua teknik-teknik di atas, tentu saja dilakukan pada saat klien sedang berada dalam keadaan trance (baca: terhipnosis), sehingga dapat dengan mudah dilakukan tanpa seorangpun yang tersakiti.

Saya teringat, dulu pelatih saya pernah bercerita tentang wawancara almarhum Gusdur dalam acara Kick Andy.

 “Apakah Gusdur masih ingat siapa saja orang-orang yang berbuat salah kepada Gusdur?” tanya Kick Andy.

“Ya. Saya masih ingat semua,” jawab Gusdur.

“Siapa Gus?” lanjut Kick Andy.

“Ya, orangnya itu-itu juga,” Jawab Gusdur.

“Lalu apakah Gusdur masih marah?” tanya Kick Andy lagi.

“Tidak. Saya sudah memaafkannya,” jawab Gusdur.

Nah, jadi ternyata masalah kemarahan, dendam, kebencian, dsb itu tidak identik dengan melupakan bukan? Apa masih ingin melupakan seseorang melalui Hipnoterapi?

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
3

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *