Salah Paham Terhadap Acara Hipnotis di TV

16. Salah Paham Terhadap Hipnotis di TV

Kita patut bersyukur karena tayangan di TV turut membantu memperkenalkan Hipnotis kepada masyarakat. Banyak orang yang tadinya asing terhadap Hipnosis, mulai akrab dengan fenomena tersebut. Tak bisa dipungkiri, acara Hipnotis di TV sangat menghibur sebagian masyarakat. Namun ternyata, muncul pula anggapan-anggapan yang keliru bersamaan dengan hadirnya tayangan-tayangan Hipnotis di TV tersebut.

Sebagai seorang praktisi Hipnosis & Hipnoterapi, saya merasa perlu mengedukasi masyarakat agar mendapatkan informasi yang benar tentang Hipnosis dan Hipnoterapi. Karena dengan mendapatkan informasi yang benar masyarakat bisa mendapatkan pula manfaat yang sebesar-besarnya dari keilmuan ini. Berikut ini adalah beberapa hal yang sering disalahpahami.

  1. Benarkah seseorang kehilangan kontrol saat di-Hipnosis?

Sebagian masyarakat ada yang memiliki anggapan seperti ini dan menjadi enggan di-Hipnosis karena takut dirinya akan melakukan hal-hal bodoh seperti yang ia lihat di TV. Beberapa hari yang lalu saya mendapatkan informasi ada seorang remaja yang memiliki problem namun menjadi enggan mendapatkan pelayanan Hipnoterapi karena takut ia akan seperti orang gila. Sebelumnya ia melihat adegan Hipnotis di TV yang menampilkan seorang subjek berperilaku seperti itu.

Tayangan Hipnotis di TV kadang kala menampilkan adegan yang kelihatannya tidak masuk akal untuk dilakukan saat seseorang sadar. Seseorang bisa menari-nari seperti tak seorang pun yang peduli, berkokok seperti ayam kemasukan, bermesraan dengan teman sejenis disebelahnya, menelepon dengan menggunakan sepatu, dsb. Ia kelihatan seperti kehilangan kontrol dirinya dan dikendalikan sang penghipnotis. Namun benarkah demikian adanya?

Seseorang yang berada dalam kondisi Hipnotik (trance) ternyata memiliki kontrol penuh atas dirinya sendiri. Ia tidak bisa disuruh ‘macam-macam’ tanpa seizin dirinya. Saat mengadakan pelatihan Hipnoterapi kami beberapa kali menemukan orang yang tidak mau disuruh melakukan hal-hal yang tidak diinginkannya, seperti menari-nari saat mendengarkan musik, dsb.

Lalu mengapa acara di TV bisa menampilkan hal seperti itu? Jawabannya, karena ia memang mengizinkan dirinya melakukan hal-hal tersebut. Seorang Hipnotis di TV memiliki kerja sama terhadap subjek-nya. Hanya orang-orang yang mau diajak bekerjasamalah yang akan dijadikan subjek Hipnotis. Bisa dipastikan, jika seseorang tidak mau di-Hipnotis maka ia tidak akan bisa dijadikan subjek seperti yang Anda lihat di TV.

  1. Benarkah seseorang tidak bisa berbohong saat di-Hipnotis?

Adalagi sebagian masyarakat yang enggan melakukan Hipnoterapi karena ia takut semua rahasianya akan terbongkar. Benarkah demikian? Para ahli Hipnoterapi sepakat bahwa Hipnotis tidak bisa memaksa seseorang untuk jujur saat di-Hipnotis. Sebaliknya, seseorang malah akan sangat pandai berbohong karena ia sedang berada pada kondisi mental yang sangat imajinatif.

By the way, seandainya Hipnosis bisa membuat orang tidak bisa berbohong, bukankah seharusnya lembaga penegak hukum seperti Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) lebih dulu menggunakan Hipnotis? Dengan demikian penyidik tidak perlu melakukan penyelidikan yang sangat lama itu. Namun ternyata kita tidak pernah mendengar berita KPK menggunakan Hipnotis untuk mengungkap perkara, ia kan?

  1. Bagaimana mengetahui seseorang berada dalam kondisi Hipnotis?

Demonstrasi Pelatihan HipnotisSaat Anda ikuti pelatihan Hipnotis, saya akan memberi tahu dengan gamblang tanda-tanda seseorang berada dalam kondisi Hipnotis. Namun dalam artikel singkat ini saya akan menjelaskan salah satu tanda seseorang benar-benar berada dalam kondisi Hipnotik.

Yang paling mudah Anda perhatikan, saat berada dalam kondisi Hipnotik, ia sangat malas berbicara. Biasanya ia akan berbicara dengan pelan dan ada jeda waktu sebelum ia menjawab pertanyaan. Jika diajukan pertanyaan yang kurang jelas atau tidak bisa dijawab ia akan diam saja, bukan bertanya balik seperti “hah?”, “apa maksudnya?” dan lain-lain.

Setelah mengetahui hal ini, Anda boleh perhatikan setiap adegan Hipnotis yang mengajak seseorang berbicara dalam keadaan Hipnotik. Apakah ia benar-benar sedang mengalaminya?

  1. Apakah semua orang dapat di-Hipnotis?

Semua orang dapat memasuki kondisi Hipnosis ika ia mengizinkannya. Terkecuali jika seseorang tersebut tidak memahami komunikasi, atau memiliki keterbelakangan mental, atau susah berkonsentrasi karena pengaruh obat-obatan, dsb. Saat seseorang perlu menggunakan Hipnoterapi, maka ia perlu mengizinkan Hipnoterapis memandunya mengalami kondisi Hipnotik. Sekali lagi ditekankan, bahwa jika seseorang tidak mengzinkan, maka ia tidak bisa di-Hipnosis.

Bagaimana dengan acara Hipnotis di TV? Apakah semua orang bisa di-Hipnosis semudah itu? Setiap orang memiliki kemampuan memasuki kondisi Hipnotik yang berbeda-beda. Karena itu cara menghipnotis seseorang memasuki pun berbeda-beda menyesuaikan kemampuannya. Acara Hipnotis yang Anda lihat di TV biasanya menggunakan orang-orang yang dapat dengan mudah memasuki kondisi Hipnotik sehingga Sang Penghipnotis dapat melakukan tugasnya dengan mudah.

Berbeda dengan Hipnotis di TV, Hipnoterapi tidak memilih-milih orang. Hipnoterapis memberikan pelayanannya kepada semua orang baik ia mudah memasuki kondisi Hipnotik maupun perlu melatihnya dahulu.

Demikianlah beberapa salah paham terhadap acara hipnotis di TV. Saya juga sudah pernah memposting pertanyaan-pertanyaan yang biasa ditanyakan orang sebelum mengikuti layanan hipnoterapi.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *