Cara Menghilangkan Trauma Dengan Hipnoterapi

 Apa itu trauma?

Menurut American Psychological Association (APA) trauma adalah respon emosional terhadap peristiwa yang sangat mengerikan seperti kecelakaan, pemerkosaan, atau bencana alam. Seseorang biasanya terkejut dan mungkin menyangkal kalau dia mengalami trauma beberapa saat setelah peristiwa traumatik itu muncul.

“Trauma is an emotional response to a terrible event like an accident, rape or natural disaster.

Reaksi jangka panjang dari peristiwa traumatik tersebut dapat berupa emosi yang tidak dapat diprediksi, kilas balik (flashback), hubungan yang tegang, dan bahkan gejala fisik seperti sakit kepala atau mual. Meskipun perasaan ini normal, beberapa orang mengalami kesulitan untuk melanjutkan kehidupan mereka.

Contoh-contoh peristiwa traumatik

Berikut ini adalah beberapa contoh peristiwa-peristiwa yang dapat menimbulkan trauma:

  • Kecelakaan lalu lintas,
  • Kekerasan fisik maupun verbal,
  • Perselingkuhan,
  • Putus hubungan dengan orang dekat,
  • Bencana alam,
  • Peperangan,
  • Melihat keluarga/ orang lain meninggal secara tidak wajar,
  • Pemerkosaan,
  • Bullying,
  • Penyakit tertentu,
  • Bentakan/ pola asuh orang tua,
  • dan sebagainya.

Gejala-gejala trauma

Jika seseorang mengalami trauma, mungkin ia akan mengalami beberapa gejala emosional/ psikologis di bawah ini:

  • Terkejut, penolakan, atau tidak mempercayai,
  • Kebingungan dan sulit berkonsentrasi,
  • Kemarahan, mudah marah, perubahan suasana hati,
  • Kecemasan dan ketakutan,
  • Rasa bersalah dan malu,
  • Menyalahkan diri sendiri,
  • Menarik diri dari orang lain,
  • Merasa sedih atau putus asa,
  • Merasa tidak nyambung atau mati rasa.

Sedangkan gejala-gejala fisiknya, antara lain:

  • Insomnia atau mimpi buruk,
  • Kelelahan,
  • Mudah terkejut,
  • Sulit berkonsentrasi,
  • Jantung berdebar-debar,
  • Kebencian dan agitasi,
  • Sakit dan nyeri,
  • Ketegangan otot.

Gejala-gejala trauma tersebut biasanya berlangsung dari beberapa hari sampai beberapa bulan, lalu secara bertahap memudar saat Anda memproses peristiwa tersebut di dalam pikiran. Tetapi meskipun Anda merasa lebih baikan, Anda mungkin masih tetap terganggu oleh kenangan-kenangan atau emosi yang menyakitkan tersebut. Terutama jika dipicu oleh hal-hal yang berhubungan dengan kejadian itu.

Jika gejala-gejala yang Anda alami tidak mereda – atau bahkan bertambah buruk, dan Anda tidak dapat move-on dari kejadian tersebut dalam waktu yang lama, maka Anda mengalami apa yang disebut dengan Post Traumatic Stress Disorder (PTSD).

Bagaimana cara menghilangkan trauma?

Banyak klien yang datang ke klinik hipnoterapi kami, menyampaikan keinginannya untuk menghapus memori atau ingatannya tentang kejadian menakutkan/ menyakitkan yang pernah dialaminya. Tapi apakah memori kita dapat dihapus?

Pada dasarnya, semua peristiwa yang kita alami terekam dan tersimpan di dalam Pikiran Bawah Sadar (unconscious mind). Memori tersebut akan tetap tersimpan di dalam pikiran dan tidak bisa dihapus. Tetapi memori tersebut bisa diedit dan diubah sehingga reaksi emosional yang ditimbulkan terhadap trauma tidak intens lagi.

Pada penderita trauma, biasanya ingatan peristiwa tergambar dengan baik sehinnga seolah-olah ia sedang mengalaminya lagi. Gambar dan kualitas ingatan inilah yang bisa diedit dan diubah sehingga tidak mengganggu lagi.

Melalui Hipnoterapi, kita dapat dengan mudah mensimulasikan, mengedit, memperbaiki persepsi dan respon emosional, serta keyakinan yang terbangun akibat peristiwa traumatik. Semua hal ini dapat terjadi karena melalui Hipnoterapi kita dapat menjangkau pikiran bawah sadar.

Kapan saatnya Anda mencari bantuan profesional?

Pemulihan dari trauma membutuhkan waktu, dan semua orang sembuh dengan kecepatan dan caranya masing-masing. Tetapi jika beberapa bulan telah berlalu dan gejala yang Anda alami tidak berhenti, Anda sebaiknya mencari bantuan profesional untuk menanganinya. Jika satu atau beberapa hal ini Anda alami, artinya Anda membutuhkan bantuan professional:

  1. Kesulitan berfungsi di rumah atau di tempat kerja,
  2. Menderita rasa takut mati, takut sakit, dan ketakutan lainnya.
  3. Menderita kecemasan, atau depresi yang parah,
  4. Tidak dapat membentuk hubungan yang dekat dan memuaskan,
  5. Mengalami ingatan yang mengerikan, mimpi buruk, atau kilas balik,
  6. Menghindari semakin banyak hal yang mengingatkan Anda akan trauma,
  7. Secara emosional mati rasa dan terputus dari orang lain,
  8. Menggunakan alkohol atau narkoba.

Berapa sesi yang harus dijalani?

Untuk menentukan banyaknya jumlah sesi sangat relatif. Tergantung dari kondisi pribadi klien masing-masing, lingkungan dan dukungan sosial, dsb. Tapi mari kita lihat perbandingan dengan terapi-terapi yang lain.

Cognitive Processing Therapy membutuhkan 12 minggu dengan durasi 60-90 menit setiap minggu. Prolonged Exposure Therapy biasanya membutuhkan 8 sampai 15 sesi dengan durasi 90 menit setiap sesi. Eye Movement Desensitization and Reprocessing (EMDR) membutuhkan waktu 3 bulan dengan sesi perminggu. Stress Inoculation Training (SIT) membutuhkan waktu kurang lebih 3 bulan. Obat-obatan medis mungkin tidak akan menghilangkan gejala Anda, tetapi dapat membuatnya kurang kuat dan lebih mudah ditangani. (Sumber: webmd.com)

Berdasarkan pengalaman di klinik hipnoterapi yang kami kelola, rata-rata penanganan trauma adalah 2-3 sesi. Walaupun dalam beberapa kasus, bahkan ada yang hanya cukup satu sesi terapi. Bagi Anda atau keluarga yang membutuhkan penanganan trauma, silahkan menghubungi kami melalui Whatsapp untuk wilayah Tebet, Jakarta Selatan dan sekitarnya.