Cara Mengontrol Emosi Berlebihan

Banyak orang yang ingin mengetahui bagaimana cara mengontrol emosi berlebihan pada dirinya, pada anak, atau pada saat situasi-situasi tertentu. Apakah Anda termasuk salah satunya? Namun sebelum saya memberikan caranya, alangkah baiknya kalau kita mengenal dahulu apa itu emosi.

Apa itu Emosi?

Menurut kamus Mirriam-Webster, emosi adalah:

“a conscious mental reaction (such as anger or fear) subjectively experienced as strong feeling usually directed toward a specific object and typically accompanied by physiological and behavioral changes in the body”

Kamus Mirriam-Webster

Kalau kita terjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia berarti:

Sebuah reaksi mental yang disadari (seperti marah dan takut) yang dialami secara subjektif sebagai perasaan kuat yang diarahkan kepada sebuah objek tertentu, biasanya diikuti oleh perubahan fisiologis dan perilaku di tubuh kita.

Sementara menurut kamus psikologi APA (American Psychological Association), Emosi adalah:

“a complex reaction pattern, involving experiential, behavioral, and physiological elements, by which an individual attempts to deal with a personally significant matter or event.”

yang artinya kira-kira:

Sebuah pola reaksi kompleks yang melibatkan pengalaman, perilaku, dan bagian fisiologis, yang denganya individu berusaha untuk mengatasi hal-hal atau situasi personal yang penting.

Menurul Dr Paul Ekman, salah seorang Psikolog terkemuka, emosi dasar manusia itu ada 6, yaitu bahagia, sedih, marah, takut, terkejut dan jijik. Keenam emosi ini akan muncul silih berganti sesuai dengan situasi dan hal-hal personal yang dihadapi oleh setiap individu.

Misalnya, jika kita mendapat penolakan dari seseorang, maka reaksi emosi yang mungkin muncul adalah malu. Jika kita dihina atau diejek orang lain reaksi emosi yang mungkin muncul adalah marah. Demikian juga emosi-emosi yang lain muncul berdasarkan situasi dan keadaan yang dialami masing-masing orang.

Jadi sebenarnya tidak ada emosi negatif, yang ada hanyalah emosi yang tidak diharapkan muncul pada keadaan tertentu atau emosi yang melebihi kadarnya sehingga mengganggu diri sendiri maupun orang lain.

Penyebab Emosi Berlebihan

Emosi berlebihan bisa disebabkan oleh trauma, stress, perilaku atau tindakan orang lain, lingkungan, gangguan kepribadian, dsb. Ada kalanya emosi yang dirasakan seseorang menjadi berlebihan dan sulit dikontrol. Akibatnya tentu bisa mengganggu kehidupan orang yang mengalaminya. Emosi berlebihan bisa berdampak dan berpengaruh kepada hubungan dengan orang lain dan keluarga, meningkatkan stress, sampai dengan mengganggu kesehatan tubuh.

Untuk membantu Anda yang memiliki emosi berlebihan, berikut ini adalah salah satu cara untuk mengontrol emosi tersebut agar Anda tetap bisa nyaman menjalani kehidupan sehari-hari:

  1. Bayangkanlah kembali sebuah peristiwa di masa lalu yang membuat Anda memiliki/ merasakan emosi berlebihan.
  2. Munculkan secara detail memori tentang peristiwa tersebut dalam pancaindra:
    • Apa saja yang Anda lihat pada peristiwa itu?
    • Suara-suapa apa yang Anda dengar pada peristiwa itu? (Baik suara di dalam maupun di luar diri sendiri)
    • Apa yang Anda rasakan di tubuh pada peristiwa itu?
    • Apa yang Anda baui pada peristiwa tersebut?
    • Apa yang Anda kecap pada peristiwa tersebut?
  3. Lalu fokuslah kepada aliran rasa yang muncul pada diri Anda. Inilah yang disebut dengan emosi (energi motion), yaitu energi yang bergerak. Kenalilah dari mana aliran rasa ini mulai muncul dan kemana arahnya. Kenali juga bagaimana pola gerakannya.
  4. Berniatlah dengan sungguh-sungguh untuk menandai dan mengenali emosi ini. Anda boleh katakana kepada diri sendiri,Saya ingin mengenali perasaan ini. Kapanpun perasaan ini muncul, saya langsung menyadarinya.
  5. Berniatlah untuk menjadi pengendali dari emosi tersebut. Katakan kepada diri sendiri,Saat saya menyadari emosi berlebihan ini, saya mampu memunculkannya, meningkatkannya perlahan-lahan ke titik maksimum, dan merendahkannya cepat atau lambat ke titik minimum, bahkan meredakannya.
  6. Sekarang rasakan Anda sedang memperbesar arus emosi yang muncul pada diri Anda lalu memperkecilnya.
  7. Daripada menahan emosi berlebihan tersebut, Anda dapat mengontrol atau mengelolanya dengan:
    • mengubah pola gerakan arus emosi di dalam diri Anda, seperti diam-bergerak, ke luar- ke dalam, naik-turun, berputar-lurus, naik-turun, dsb
    • mengubah arah gerakan arus emosi di dalam diri Anda, seperti mengarahkan ke genggaman tangan, ke kaki, ke perut, dsb.
    • mengubah tekanan gerakan arus emosi di dalam diri Anda, kuat-lemah, luas-kecil, halus-kasar, tajam-tumpul, dsb.
    • mengubah temperatur gerakan arus emosi di dalam diri Anda, yaitu panas-hangat-dingin.
    • menepuk-nepuk bagian tubuh yang merasa tertekan, berat, panas, dsb.
    • membayangkan emosi tersebut keluar bersama hembusan nafas, air mata, (maaf) kotoran, keringat, dsb.
  8. Latihlah kemampuan ini hingga menjadi kemampuan yang alami pada diri Anda.

Demikianlah cara mengontrol emosi berlebihan yang bisa Anda terapkan kepada diri sendiri dan bisa diajarkan kepada orang lain. Jika masalah yang Anda alami terlalu berat dan kompleks seperti trauma masa lalu, depresi, gejala psikologis lain, dsb, Anda mungkin membutuhkan bantuan profesional, seperti Psikolog atau Hipnoterapis. Anda dapat membaca lebih lanjut tentang layanan klinik hipnoterapi kami di Jakarta.

Selamat mempraktikkan,

Bang Noer