Hipnoterapi Islami: Terapi Memaafkan (Forgiveness Therapy)

Beberapa orang mengalami pengalaman yang menyakitkan saat berhubungan dengan orang lain. Ada yang diperlakukan pilih kasih oleh orang tuanya, diperlakukan tidak manusiawi oleh atasannya, mengalami kecelakaan akibat kelalaian orang lain, diperlakukan tidak adil, mengalami perampokan, pembunuhan, terorisme, pemerkosaan, pencurian, penghinaan, pembullyian, penipuan, dsb.

Peristiwa-peristiwa itu kadang menimbulkan kemarahan dan dendam dalam diri korban. Adalah hal wajar jika peristiwa yang melanggar hak dan merendahkan harga diri menyebabkan seseorang menjadi marah, kesal, dan tidak terima. Ini merupakan reaksi emosi yang alamiah dan normal. Emosi berfungsi sebagai alarm untuk memberi tahu kita bahwa ada masalah yang perlu diselesaikan.

Namun sayangnya beberapa reaksi emosi ini terus bertahan di dalam diri dan menyebabkan ketidakharmonisan di dalam tubuh. Hal ini tentu sangat merugikan bagi diri pribadi korban. Untuk itu diperlukan solusi agar masalah emosi tersebut dapat segera terselesaikan.

Mumpung suasana lagi bulan Ramadhan dan menjelang Idul Fitri. Setelah ditempa selama bulan Ramadhan untuk memperbaiki hubungan dengan Allah (hablumminallah) melalui ibadah puasa, sholat, tilawah, dzikir, infaq dan shodaqoh, dll. Kita juga disuruh untuk memperbaiki hubungan dengan sesama manusia (hablumminannaas). Salah satunya adalah dengan memaafkan. Tulisan Hipnoterapi Islami tentang Terapi Memaafkan (Forgiveness Therapy) ini bertujuan untuk membantu Anda memaafkan kesalahan orang lain.

KENAPA PERLU MEMAAFKAN

Orang yang menyimpan dendam mirip seperti menyimpan bara. Suatu saat dirinya duluan yang akan terbakar. Peristiwa menyakitkan itu sudah lama terjadi, tetapi lukanya masih dipelihara sampai sekarang. Terbukti dari temuan-temuan di Klinik Hipnoterapi Jakarta dan literatur tentang Forgiveness Therapy. Orang yang tidak memaafkan dapat mengalami:

  • Stress bekepanjangan,
  • Tekanan darah tinggi,
  • Mudah terpancing emosi,
  • Mengalami gejala depresi,
  • Mengalami kecemasan,
  • Sulit tidur,
  • Tidak bahagia,
  • Psikosomatis,
  • Resiko ketergantungan obat dan alkohol,
  • Dan lain-lain.

Bagi orang-orang yang masih memiliki keimanan di dalam hatinya, pasti yakin akan kebenaran firman Allah SWT dan memiliki keinginan untuk menjalankannya. Apalagi semua perintah-perintah tersebut pastilah mengandung nilai kebaikan bagi hamba-Nya. Mari kita simak firman Allah SWT yang ada di dalam Al-Qurán surat Ali Imran ayat 133-134:

“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.”

Menurut Ustad Adi Hidayat, walaupun sama-sama berarti “segera dan cepat-cepat”, kata ‘saariú’ dan ‘fasáu’ (digunakan untuk bersegera sholat pada hari Jumát) memiliki makna yang berbeda. Kata kata ‘saariú’ pada ayat di atas berarti cepat-cepat, segera, langsung, tanpa persiapan sementara kata ‘fasáu’ berarti cepat dengan persiapan.

Dan juga firman Allah dalam Al-Qurán surat Asy Syura: 40 berikut ini:

Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa, maka barang siapa yang memaafkan dan berbuat baik, maka pahalanya atas tanggungan Allah. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang zalim

Melalui ayat ini allah ingin menerangkan bahwa kita boleh membalas perilaku buruk orang lain dengan setimpal, tidak berlebihan. Tetapi yang lebih utama adalah memaafkan.

Lalu di dalam Al-Qurán surat An Nuur: 22

“Dan janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di antara kamu bersumpah bahwa mereka tidak akan memberi bantuan kepada kerabatnya, orang-orang miskin dan orang-orang yang berhijrah di jalan Allah. Dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak suka bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.”

Selain dari ayat-ayat Al-Qurán, ternyata memaafkan juga terdapat dalam hadits Nabi, antara lain:

“Barangsiapa yang ingin dibangunkan baginya bangunan di Surga, hendaklah ia memaafkan orang yang mendzaliminya, memberi orang yang bakhil padanya, dan menyambung silaturahimi kepada orang yang memutuskannya.” (HR. Thabrani)

Dari ayat-ayat di atas dapat kita tarik kesimpulan bahwa Allah SWT menganjurkan kita untuk memaafkan kesalahan orang lain dan akan memberikan keampunan dan pahala yang besar bagi yang melakukannya. Ada tiga panduan untuk memaafkan (Forgiveness Therapy) yang dapat dipahami dari ayat-ayat di atas, yaitu:

  1. Boleh membalas kejahatan dengan setimpal,
  2. Tetapi lebih utama bersegera untuk memaafkan kesalahan orang lain,
  3. Dan membalas perlakuan buruk dengan kebaikan.

“Pemaafan berarti bahwa Anda telah memutuskan tidak mempertahankan luka di dalam, bahkan untuk sementara waktu.”

– Doc Childre & Howard Martin

APA ITU MEMAAFKAN?

Kita sering mendengar orang-orang mengucapkan,”Maaf lahir dan batin.” Apakah dengan ucapan tersebut berarti kita sudah memaafkan kesalahannya? Lalu apa sebenarnya arti dari memaafkan?

Menurut kamus Oxford Learners Dictionary kata forgive berarti:

to stop feeling angry with somebody who has done something to harm, annoy or upset you; to stop feeling angry with yourself.

Artinya “berhenti merasa marah kepada seseorang yang melukai, mengganggu atau mengecewakanmu; berhenti merasa marah terhadap diri sendiri.”

Sementara dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) , kata maaf memiliki tiga arti, yaitu:

  1. pembebasan seseorang dari hukuman (tuntutan, denda, dan sebagainya) karena suatu kesalahan;
  2. ungkapan permintaan ampun atau penyesalan;
  3. ungkapan permintaan izin untuk melakukan sesuatu;

Dari dua keterangan di atas dapat kita simpulkan bahwa memaafkan adalah berhenti merasa marah terhadap orang lain atau perilaku yang melukai, mengganggu, atau mengecewakan, dan membebaskan pelaku dari tuntutan/ balasan.

Memaafkan bukanlah:

  • Melupakan

Banyak orang yang meminta untuk melupakan seseorang yang sudah menyakitinya. Saya sudah pernah membahasnya dalam tulisan Ingin Melupakan Seseorang Dengan Hipnoterapi. Tetapi memaafkan (forgiveness therapy) bukanlah melupakan. Kita bisa tetap ingat dengan peristiwanya. Hanya emosi negatif yang menyertai sudah netral/ hilang.

  • Memaklumi

Memaklumi adalah tanda bahwa Anda tidak bisa mengungkapkan kemarahan dan kekesalan Anda terhadap pelaku. Forgiveness Therapy tidak mengajak untuk memaklumi pelaku/ situasi tersebut.

  • Menunda

Menunda bukanlah memaafkan. Anda boleh saja tidak marah pada saat terjadi peristiwa itu, tetapi pada saat tertentu kemarahan Anda akan muncul kembali jika mengingatnya.

  • Mengatakan maaf palsu

Memaafkan juga tidak sama dengan mengatakan maaf di bibir, tetapi masih menyimpan marah, kesal, dendam , dan benci di dalam hati.

  • Tidak mengadili

Memaafkan juga bukan berarti kita membebaskan hukuman dari tindak kejahatan/ kriminal yang dilakukan oleh pelaku.

SIAPA YANG PERLU DIMAAFKAN

Sering sekali orang-orang yang perlu dimaafkan adalah orang terdekat dari kita, seperti: Orang Tua, Anak, Adik/ Kakak, Mertua/ Menantu, Ipar, Paman/ Bibi, Suami/ Istri, Tetangga, Guru/ Murid, Atasan/ Karyawan, Teman, Pemerintah, Diri Sendiri, bahkan Tuhan.

Intinya, siapapun orang/ subjek yang Anda anggap telah melakukan kesalahan kepada diri Anda perlu dimaafkan. Apakah ada pelaku yang belum termasuk dalam daftar di atas? Silahkan masukkan di kolom komentar yaa…

KEUNTUNGAN MEMAAFKAN

Selain karena ingin menjalankan perintah Allah SWT, ternyata memaafkan (Forgiveness Therapy) juga memiliki beberapa keutamaan/ keuntungan. Bagi orang-orang yang mau memaafkan akan mendapatkan banyak keuntungan, di antaranya adalah:

  • Kehidupan jadi lebih bahagia,
  • Tubuh jadi lebih sehat dan awet muda,
  • Pikiran dan perasaan jadi fokus dan nyaman,
  • Jiwa/ ruhani semakin sehat,
  • Hubungan jadi lebih harmonis,
  • Menurunkan stress dan kecemasan,
  • Menurunkan tekanan darah,
  • Menghilangkan trauma dan dendam,
  • Emosi jadi lebih stabil,
  • Melaksanakan perintah Tuhan,
  • Dan sebagainya.

“Saat Anda memaafkan, Anda tidak sedang mengubah masa lalu – Tetapi Anda yakin sedang mengubah masa depan.”

– Bernard Meltzer

ALASAN TIDAK MEMAAFKAN

Beberapa orang bertahan untuk tidak memaafkan karena berbagai alasan/ mindset. Saya mengumpulkan jawaban dari klien dan literatur:

  • Menunjukkan pelaku yang salah, Anda yang benar.

Ia merasa dengan terus menyimpan dendam dan kemarahan, orang jadi tahu bahwa yang salah adalah pelaku dan ia berada dalam posisi yang benar. Pertanyaannya, tidak adakah cara lain untuk mengungkapkan siapa yang salah?

  • Memperoleh keuntungan dari simpati orang lain

Ia mendapat keuntungan tersembunyi dari simpati orang lain kepadanya, berupa perhatian, pertolongan, dll. Pertanyaannya, apakah cara ini adalah cara yang tepat untuk memperoleh bantuan dan pertolongan orang lain dalam jangka panjang?

  • Berniat menghukum pelaku

Ia beranggapan bahwa dengan memelihara kemarahan dan dendam, pelaku akan merasa bersalah dan menyesali perbuatannya. Faktanya, mungkin dia sama sekali tidak perduli pada penderitaan Anda.

  • Memaafkan tanda kita lemah

Ia beranggapan bahwa dengan memaafkan pelaku tanda dirinya lemah dan tidak bisa membela haknya yang dirampas orang lain. Pertanyaannya, apakah sudah tepat membela hak dengan menyimpan dendam?

  • Perilaku tidak pantas dimaafkan

Memang perilaku buruk yang dilakukan akan tetap mejadi perilaku buruk. Memaafkan bukan berarti merestui perilaku buruk tersebut. Pertanyaannya, sampai kapan Anda terus teracuni oleh perilaku buruk tersebut?

Apakah Anda dapat menemukan alasan lain yang membuat orang tidak mau memaafkan? Tuliskan di kolom komentar yaa…

KAPAN SAAT YANG TEPAT UNTUK MEMAAFKAN

Memaafkan terlalu cepat tanpa memahami pelanggaran hak dan merasakan apa yang terjadi pada diri Anda tentu kurang bermanfaat. Sebaliknya, memaafkan terlalu lama juga akan mengakibatkan kerusakan pada tubuh, pikiran, dan jiwa Anda.

Sekarang ingatlah sebuah peristiwa di masa lalu yang Anda anggap menyakiti, melanggar hak, merendahkan harga diri dan martabat, atau melukai Anda. Berikut ini adalah tanda-tanda yang tepat bagi Anda untuk segera melakukan Forgiveness Therapy:

  • Merasa tertekan/ stress atas peristiwa itu,
  • Sedih, takut, marah, kecewa mengingat peristiwa itu,
  • Bayang-bayang pelaku terus menghantui Anda,
  • Sukar berhubungan dengan orang lain,
  • Memiliki pikiran-pikiran buruk tentang orang lain,
  • Psikosomatis atau sakit fisik yang disebabkan oleh pikiran,
  • Mudah terpicu oleh peristiwa yang mirip,
  • Terhambat untuk melakukan sesuatu (mental block),
  • Mudah marah pada hal-hal sepele,
  • Mudah menjadi putus asa,
  • Tidak dapat menikmati kehidupan,
  • Pemikiran ingin bunuh diri,
  • Anda dikuasai keinginan untuk membalas dendam,
  • Anda sering mengalami penderitaan dalam hidup,
  • Kehilangan keyakinan terhadap agama, dsb.

Jika satu atau beberapa tanda-tanda di atas ada pada diri Anda, berarti ini adalah saat yang paling tepat untuk memaafkan.

“Pemaafan adalah memilih mencintai. Ini keterampilan pertama memberi cinta pada diri sendiri.”

– Mahatma Gandhi

KONSEP PEMAAFAN

Sebelum memaafkan kesalahan orang lain, ada beberapa hal yang perlu Anda ketahui tentang memaafkan;

  • Memaafkan bukan untuk orang lain

Memaafkan adalah urusan diri kita sendiri. Bukan urusan (apalagi tanggung jawab) orang lain. Walaupun orang yang melakukan kesalahan tidak meminta maaf, kita tetap dianjurkan untuk memaafkannya. Tentu saja bagi orang yang melakukan kesalahan punya tanggung jawab sendiri atas perilakunya.

  • Memaafkan adalah untuk kenyamanan diri sendiri

Memaafkan tidak ada urusannya dengan pelaku. Jangan pikir dengan menyimpan dendam orang yang melakukan kesalahan itu akan tersakiti. Sebaliknya, justru diri sendirilah yang akan mengalami rasa sakit dengan menyimpan dendam.

  • Memaafkan tidak harus memberitahukan

Maksudnya, kita tidak perlu mengumbar kepada orang lain atau si pelaku kejahatan bahwa kita sudah memaafkannya. Memaafkan dapat dilakukan tanpa memberitahu siapapun.

  • Memaafkan bukan berarti lemah

Justru hanya orang-orang kuatlah yang mampu memaafkan kesalahan orang lain kepadanya.

  • Memaafkan bukan berarti menyukai orang yang telah bersalah

Memaafkan tidak mengharuskan kita menyukai orang yang melakukan kesalahan.

  • Memaafkan bukan berarti mengijinkan kembali kesalahan untuk terjadi

Memaafkan bukan berarti orang lain bebas melakukan kesalahan yang sama kepada kita.  Memaafkan bukan merestui perilaku buruk yang terjadi.

CARA MELAKUKAN PEMAAFAN

Banyak ahli yang sudah membahas bagaimana cara melakukan pemaafan (forgiveness therapy). Salah satu caranya sudah saya bahas dalam tulisan Cara Mengontrol Emosi Berlebihan. Tulisan tersebut membahas bagaimana menetralisir emosi yang menyertai sebuah peristiwa tertentu (dalam hal ini perilaku buruk orang lain). Sekarang saya ingin memberikan cara yang lain untuk melakukan pemaafan.

  • Berhenti berperan sebagai korban

Berhentilah berpikir dan merasa sebagai korban. Hal ini akan membuat diri Anda terus menerus tidak berdaya untuk melakukan perubahan. Saya sudah pernah membahas lebih jauh tentang ini dalam tulisan Victim Mindset.

  • Ambil peran sebagai subjek

Selanjutnya, sadarilah bahwa Anda adalah pelaku dan bertanggung jawab terhadap apa yang terjadi pada kehidupan Anda sendiri. Anda bebas memilih dan memutuskan apa yang akan Anda lakukan atas peristiwa yang sudah terjadi. Dengan begini akan terbuka peluang untuk merencanakan dan melakukan perubahan.

  • Jelaskan secara spesifik

Jelaskan secara spesifik apa persisnya yang membuat Anda marah. Perilaku apa, tindakan apa, kata-kata apa, dan sebagainya. Jelaskan juga apa yang Anda lihat, dengar, dan rasa saat mengalami peristiwa itu. Anda perlu spesifik menentukan apa yang membuat Anda marah agar tahu apa yang perlu Anda maafkan.

  • Ungkapkan kemarahan/ kekesalan

Anda boleh mengungkapkan kekesalan/ kemarahan kepada orang yang bersalah kepada Anda, boleh juga membalas dengan setimpal apa yang sudah dilakukannya. Jika tidak mungkin menemui orang yang bersalah, ini bisa dilakukan di dalam pikiran. Ambil waktu untuk masuk ke dalam diri Anda. Pilih tempat yang nyaman untuk mengungkapkan kekesalan dan kemarahan Anda.

Pada dasarnya Anda bereaksi terhadap pelaku yang ada di dalam memori/ pikiran. Jadi dengan memaafkan pelaku yang ada di dalam pikiran pun sudah cukup. Tidak perlu menemui pelaku secara langsung. Beberapa kasus pelaku memang sulit atau tidak mungkin untuk ditemui. Melalui Hipnoterapi proses ini akan jadi lebih mudah karena Anda dalam kondisi yang sangat imajinatif.

  • Lihat persfektif dari berbagai sudut pandang

Lihatlah kejadian itu dari berbagai persfektif.

Pertama, bayangkanlah diri Anda sebagai seorang Pengamat atas peristiwa yang terjadi. Izinkan diri Anda mengamati/ menyaksikan apa yang terjadi sebagai seorang pengamat. Perhatikan apa yang Anda lihat, dengar, dan rasakan pada peristiwa ini.

Kedua, masuklah ke dalam diri Anda yang mengalami (korban) peristiwa ini. Selami kembali apa yang Anda lihat, dengar, dan rasakan dari peristiwa ini. Jika dulu Anda tidak bisa melakukan apa-apa, sekarang Anda boleh bereaksi apapun yang Anda inginkan untuk mempertahankan hak Anda.

Yang terakhir, masuklah ke dalam persfektif Pelaku. Lihat, dengar, dan rasakan apa yang dialami pelaku pada peristiwa ini. Bereaksilah terhadap apa yang dilakukan korban kepada Anda.

Silahkan berpindah-pindah persfektif sebagai Pengamat, Korban, dan Pelaku, sampai Anda merasa lega dan puas terhadap peristiwa yang telah terjadi.

  • Mengambil makna dari kejadian itu

Sekarang adalah saatnya untuk mengambil makna/ hikmah dari kejadian itu. Tanyakan kepada diri Anda sendiri apa pelajaran berharga yang dapat Anda petik dari peristiwa itu? Pertumbuhan apa yang sudah Anda rasakan dengan hadirnya peristiwa itu dalam kehidupan Anda? Apa yang ingin diberikan Tuhan kepada Anda dengan hadirnya peristiwa itu?

***

Demikianlah sahabat, artikel yang dapat saya berikan untuk membantu Anda melakukan terapi memaafkan (forgiveness therapy). Jika ada yang ingin bertanya atau memberi masukan, boleh menuliskan di kolom komentar atau melalui contact person yaa. 😊

Semoga bermanfaat,

Bang Noer